Kalangkala Buah Endemik Kalimantan (Litsea Angulata)

Hallo kalian, wahai para pembaca. Baik yang setia maupun tidak dimanapun berada. Ada yang tau dengan buah yang satu ini? kalangkala (litsea angulata) namanya. Untuk masyarakat Kalimantan Selatan buah ini tentu sudah pasti tidak asing lagi. Tinggi pohon kalangkala dewasa berukuran 5 hingga 15 meter dengan daun yang rimbun berukuran besar.


Bentuk buah yang bernama ilmiah litsea angulata ini bulat, berwarna hijau ketika masih muda dan menjadi merah muda ketika sudah matang. Kalangkala memiliki rasa hambar, gurih sedikit getir dan tekstur daging buah lunak agak mirip alpukat.

Mengolah kalangkala tidak sesulit yang dibayangkan, cukup direndam dengan air hangat beberapa lama kemudian tambahkan sedikit garam / penyedap rasa lalu ditambah irisan bawang merah mentah. Oleh masyarakat kalimantan selatan, kalangkala biasa makan bersama nasi panas, sambal dan ikan asin, maupun lauk lainnya.

Namun penulis tidak pernah mencoba dan tidak mau mencoba memakan buah ini tanpa diolah atau di masak, dikarenakan penulis pernah mendengar jika rasanya sangat tidak enak jika tidak diolah terlebih dahulu.


Untuk buah kalangkala ini sendiri biasa bisa ditemukan di pasar tradisional, banyak penjual yang menjual buah kalangkala pada musimnya. Buah kalangkala ini Top banget, pada awal-awal musim harganya agak sedikit mahal tapi kalau sudah suka harga mahalan dikit ya tidak apa-apa lah..

Kalangkala yang dijual di pasar tradisional

Biji kalangkala selama ini diketahui sebagai obat tradisional untuk menyembuhkan bisul, tetapi ternyata juga berkhasiat sebagai obat kontrasepsi alami bagi pria. Ekstrak metanol pada biji kalangkala menurut hasil penelitian menunjukkan efek penurunan motilitas dan kecepatan gerak spermatozoa.

Penasaran dengan buah kalangkala? ayo berkunjung ke Kalimantan Selatan dan temui buah eksotis lainnya!

Jangan lupa share, jika menurut kalian ini bermanfaat.