Tolak Lamaran Pria Gaji 2 Juta, Wanita Ini Akhirnya Menyesal Setelah Tahu Sebenarnya, Ternyata..

Orang mungkin boleh bangga dengan gaji besar seperti 10 juta perbulan atau lebih daripada itu. Namun tidak jarang juga gaji kecil asalkan pengeluaran juga tidak terlalu banyak maka akan cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Suatu kisah penuh inspirasi berikut ini admin berikan semoga bisa memotivasi diri sendiri khususnya dan kepada para pembaca dan penggemar channel "Omah Sinau" pada umumnya.

Dikisahkan. Adalah seorang perempuan yang sangat cantik dia bahkan dijuluki sebagai bunga desa, sebut saja namanya Dahlia Imawan (nama samaran), karena orang tuanya kaya raya ia pun bisa meneruskan jenjang pendidikan di Universitas Kedokteran di kotanya.


Suatu hari ada seorang pemuda yang nampak biasa saja, menggunakan motor Beat datang ke rumah Dahlia, rupanya ia adalah teman kecil Dahlia yang dahulu kala sering bermain bersama, bersepeda bersama dan berangkat ataupun pulang sekolah selalu bersama.

Beda sekarang Dahlia adalah mahasiswa jurusan kedokteran, sedangkan pemuda ini diketahui tidak meneruskan pendidikannya ke Perguruan tinggi karena sibuk berternak sapi di ladang milik orang tuanya.


Singkat cerita, orang tua dan Dahlia menanyakan tujuan datang ke rumah selanjutnya Dahlia bertanya status pekerjaan dan gaji.

Saat dijawab bahwa dia adalah peternak sapi dengan gaji 2 juta / bulan, Dahlia dan ayahnya tertawa dan menolak lamaran Pemuda tersebut yang belakangan diketahui namanya Mas Mamat.

Tak berkecil hati, Mamat pun undur diri dengan sebelumnya menelpon anak buah yang menjadi sopir mobil pribadinya.

Saat kedatangan mobil mewah yang menjemputnya sikap Dahlia dan ortunya berubah 180 derajat. Lantas ia bertanya.

"Mas Mamat ini bercanda ya, itu mobil siapa yang datang?" tanya Dahlia.

"Alhamdulillah itu mobil saya, kemarin habis eksport sapi ke Negara tetangga sih. Gak banyak kok cuma 100 ekor sapi.


Mata Dahlia terbelalak, heran, kenapa tadi cuma bilang dapat gaji 2 juta/ bulan.

Mengenai hal itu lantas Mas Mamat menjelaskan bahwa gaji itu dia sendiri yang menentukan, karena dia kan Bos, uang berapa saja bebas ia yang menentukan.

Namun, bukan gadis seperti itu pilihan Mas Mamat, ia tetap tak meneruskan lamarannya sebab ia tak ingin mendapatkan gadis hanya suka ketika dia sukses, ia ingin mendapatkan gadis yang bisa menerima dia apa adanya, bukan karena harta.