Pura-Pura Jadi Tukang Parkir, Pria Ini Dihina Saat Melamar. Tahu Siapa Ia, Semua Menyesal

Diceritakan. Sebut saja namanya Danil (nama samaran). Ia adalah seorang pengusaha sukses. Meski ia termasuk orang yang beruntung dalam hal materi, tapi dalam masalah 'pasangan' nampaknya Danil belum bisa dikatakan beruntung. Pasalnya, ia masih belum menemukan jodoh sesuai yang ia harapkan.

Kriterianya memang sangat sederhana namun entah kenapa sangat sulit ia temukan. Ia hanya ingin mencari wanita yang tulus mencintainya, bukan karena harta dan tahta yang ia miliki seperti kebanyakan wanita yang sudah ia temui. Akhirnya, ia pun berniat mencari jodoh dengan caranya sendiri.


Danil pun melakukan tindakan yang tak terduga. Ia berencana akan menyamar menjadi tukang parkir di kantornya sendiri untuk mendapatkan wanita yang ia impikan.

Sampai akhirnya, Danil berhasil mengenal dekat salah satu pegawai di kantornya sendiri, namun sang wanita tidak mengetahui apapun tentang dirinya. Sang wanita hanya mengetahui kalau Danil hanya sebagai seorang tukang parkir di kantornya. Semua anak buah Danil juga memilih diam karena sebelumnya mereka memang sudah diberi tahu tentang maksud bosnya melakukan penyamaran.


Seiring perjalanan waktu, Danil pun semakin dekat dengan wanita tersebut. Sampai akhirnya ia pun mengutarakan keinginannya untuk melamar wanita pujaannya itu. Namun sang gadis agak menolak karena pekerjaan Danil hanya sebagai tukang parkir. Tapi Danil berusaha menyakinkan kalau tukang parkir juga bisa sukses.

Akhirnya, Danil pun nekat datang ke rumah wanita itu untuk bertemu dan mengutarakan maksudnya kepada kedua orangtua sang wanita yaitu untuk melamar anaknya. Namun jawaban ayah dari wanita tersebut sungguh sangat menyakitkan hati Danil.

Sambil menunjuk wajah Danil, bapak wanita itu berkata, “Kamu ini tidak tahu diri ya? Tukang parkir kok berani melamar anak saya yang sudah sarjana. Emangnya kamu tidak mikir dulu? Sana cari yang sekelas sama pekerjaanmu.”

Dengan perasaan jengkel dan dongkol karena ucapan dari orangtua sang gadis, akhirnya Danil pun pulang dan mengurungkan niatnya untuk meneruskan hubungannya itu. Setelah kejadian itu, Danil kemudian menjauhi wanita tersebut. Ia juga berhenti menyamar menjadi tukang parkir dan kembali lagi ke posisinya sebagai bos besar di perusahaannya.


Sampai suatu ketika, Danil kembali dipertemukan dengan wanita yang sudah menolaknya itu di acara rapat penting perusahaan. Saat wanita itu melihat Danil yang dikiranya adalah tukang parkir itu berada di ruang rapat, sontak wanita tersebut langsung menghardiknya.

“Mas, lagi ngapain sih di sini? Keluar sana! Ini ada rapat tahu. Bukannya jaga parkir, malah masuk ke ruangan rapat”.

Danil pun hanya tersenyum sambil berkata, "Hehehe, iya maaf!"

Tiba-tiba manager dari wanita ini datang dan langsung memarahinya.

“Kamu yang sopan, ya! Beraninya kamu menghina bos kita, ngusir-ngusir segala lagi. Kamu nggak tahu siapa dia? Dia itu bos kita! Sana kamu keluar saja sana, malu-maluin saya saja." ucap sang manager.

Wanita itu pun kaget dan malu setengah mati setelah mendengar ucapan managernya. Ia pun akhirnya terdiam.

"Sudah-sudah, jangan dimarahin. Ayo langsung rapat saja. Kamu nggak usah keluar, ikut rapat saja." ucap Danil.

Setelah rapat selesai, wanita itu langsung mendatangi Danil yang pernah melamarnya itu untuk menanyakan perihal penyamarannya sebagai tukang parkir. Namun Danil hanya tersenyum saja.

Tidak lama kemudian, Daniel pun keluar dan bermaksud untuk pulang. Saat di luar, Danil melihat wanita yang dulu menolaknya itu berada di pinggir jalan menunggu taksi. Danil lalu mengajak dan mengantarkannya pulang.

Sesampainya di rumah sang wanita, bapaknya yang dulunya marah-marah dan memaki Danil malah tertunduk dan bersikap sangat sopan. Sang bapak bahkan dengan tanpa merasa bersalah bertanya, “Emmm, mas yang dulu mau lamar anak saya ya? Saya terima kok mas, kalau bisa buru-buru nikah saja."

“Maaf pak, saya dulukan sudah ditolak, jadi saya urungkan niat saya buat melamar anak bapak." jawab Danil.

“Maaf ya, yang dulukan saya tidak tahu ka
lau masnya orang kaya.? ucap ayah sang gadis.

"Ia pak, nggak apa-apa. Tapi maaf, saya nggak jadi" jawab Danil kembali.

Akhirnya, sang wanita dan keluarganya pun malu. Di rumah dan di kantor ia pun menjadi bahan gunjingan dan mendapat julukan gila harta. Mungkin itulah balasan yang pantas buat orang yang meremehkan orang lain.

Nah, bagaimana menurut sahabat semua? Bila ada pendapat atau masukan silakan tulis di kolom komentar ya. Jangan lupa berikan like & share juga lalu klik ikuti bila menyukai postingan ini. 
Terima kasih.